𝗔𝗞𝗨 𝗧𝗔𝗨, 𝗦𝗘𝗦𝗨𝗔𝗧𝗨 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗨𝗠𝗕𝗨𝗛 𝗜𝗡𝗜 𝗕𝗜𝗦𝗔 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗨𝗔𝗧𝗞𝗨 𝗣𝗔𝗧𝗔𝗛 𝗟𝗔𝗚𝗜
Setelah banyaknya kecewa dan cinta yang dipendam-pendam belasan tahun lamanya, aku pikir tidak ada lagi terulang rasa yang sama pada orang yang berbeda.
Kuhabiskan hari-hari kemarin dengan hanya
bepindah-pindah selayaknya mencoba sebuah pemberhentian, berharap benar-benar
berhenti dan tidak kembali ke tempat aku berangkat. Namun petualangan itu malah
selalu membuatku kembali kepada tempat semula aku berdiri.
Meninggalkannya tanpa pernah lagi kembali
adalah hal terberat kala itu, dan setelah bertahun-tahun itu aku betul tak
pernah lagi kembali. Namun tidak juga berhenti pada satu pemberhentian. Aku
pikir, mungkin selamanya akan berkelana, sebab alam semesta selalu memberi
pilihan. Dan dengan berpetualanglah kita akan banyak belajar bagaimana cara
untuk memilih.
Aku pernah melalui banyak hal
menyakitkan, pernah bertemu juga dengan yang membahagiakan, pernah dikecewakan
yang paling dipercaya, juga pernah melewatkan seseorang baik yang kutukar
dengan kata-kata paling jahat bagi siapapun yang mendengarnya. Hingga akhirnya,
aku pikir aku mati rasa.
Sampai pada beberapa hari lalu, aku seperti
diminta merenungi tanda-tanda jika Allah mengirimkanku lagi pelipur lara. Seorang
baik yang kepribadiannya ternyata selalu tersebut dalam doa yang patah-patah
itu, yang diulang-ulang bahkan saat sedang tidak ingin jatuh cinta. Dia tidak
sempurna, dia aneh tapi bijaksana.
Aku tau, sesuatu yang tumbuh ini bisa saja membuatku patah lagi. Tetapi, dari macam-macam yang telah berlalu, aku seperti tidak ingin menyia-nyiakan lagi orang baik yang dihadirkan dengan sengaja didekatku. Aku sedang mengumpulkan sedikit keberanian untuk tidak menunggu..
Karena aku percaya ada 2 hal yang tidak bisa kita ulangi; Ialah
kesempatan dan waktu. Keduanya seperti air yang mengalir, kita tidak bisa menyentuh
air yang sama.
Meski sebenarnya aku pun belum tau, aku
sudah siap patah lagi atau belum..
Tangerang Selatan,
Sepertiga Malam di Akhir Januari


Comments
Post a Comment