BELUM PATAH SEUTUHNYA, TAPI TAK MEKAR..


Bunga ini baru saja tumbuh, tapi ternyata tak ada ruang untuk berkembang subur. Padahal aku berharap menyiraminya setiap hari akan membuatnya mekar meski harus menunggu beberapa waktu. Aku menyukainya, sebab ini adalah bunga pertama yang kutanam sendiri benihnya dengan sadar dan suka cita.

Dua bulan ini aku belajar sabar dari merawatnya. Belajar menikmati hari-hari menunggu, sesuatu hal yang sebenarnya aku tak suka. Aku selalu mengulang-ulang, bagian pelajaran tentang bagaimana menjaga tanpa berekspektasi. Ya, aku ingin sekali bunga ini mekar dengan segala apa yang aku bisa usahakan.

Namun aku sadar, merawat harapan sama dengan mempersiapkan kekecewaan. Bunga yang tumbuh, belum tentu berkembang. sedang yang sudah berkembang pun masih bisa layu dan mati. Jadi, membuat taman bunga pada saat itu kupikir adalah cara untuk mempersiapkan kekecewaan

Sebab jika usaha-usaha yang coba dilakukan tidak berbuah suka cita, maka melihat tumbuh bunga lainnya ialah penukar kesedihan. Meski aku tak tau, seberapa siap aku kecewa. Bahkan seberapa ingin aku menukar-nukar sedih dengan bahagia yang berbeda

Bahagia yang aku mau, sebenarnya melihat bunga pertamaku mekar. Memindahkannya kedalam kamar agar bisa kupandangi lama-lama, menjadi utuh memilikinya. Merayakan rasa bersama-sama, dalam bilik yang selalu jadi saksi bahagia dan sedihnya kehidupan

Tapi sepertinya usaha ini hampir maksimal dengan susah payahnya perasaan. Memang belum patah seutuhnya, tapi ia tak mekar. Mungkin inikah saatnya menyerah (?)




Menjelang Fajar,
Dini Hari di DuapuluhDua



Comments

Popular Posts