Andai Aku Mengenalmu Sebagai Orang Lain

















Ada rencana yang tak bisa kita buat juga tak bisa dikendalikan, ia membaca tanpa bisa terbaca. Itu namanya rencana Tuhan…
________________________________

Tuhan menciptakan rencana yang entah aku pernah memintanya atau tidak.

Bertemu denganmu adalah rencana Tuhan paling indah, sampai hari ini. Tuhan mempertemukan kita mungkin dalam keadaan kita yang paling baik dimata masing-masing. Akan tetapi, Tuhan mengenalkan kita sebagai aku, dan sebagai kamu.

Sebagian orang dan mungkin kita sendiri, seringkali terlalu banyak berusaha menjadi baik dihadapan orang lain. 

Hingga topeng-topeng itu merenggut kebahagiaan kita untuk menjadi apa adanya, menjadi diri kita yang bukan terbaik dimata orang lain.

Andai, saat itu Tuhan mengenalkanku padamu layaknya orang lain mengenalku, atau mengenalkanmu layaknya orang mengenalmu, rasanya kita tidak akan bisa saling menertawakan kebodohan yang kita buat sendiri. Tidak akan ada, candaan-candaan nyeleneh yang terlontar tanpa menyisakan sakit hati.

Andai, saat itu aku mengenalmu sebagai orang lain, tidak akan ada telinga sesabar dirimu yang mampu mendengarkanku. Tidak akan ada rumah yang selalu menerima kepulanganku dengan segala keadaan terjujurku, entah baik entah buruk.

Ya, tidak akan ada nasihat-nasihat sekeras nasihatmu yang mampu aku terima dengan penuh gembira, sebab hanya hatimu yang lapang dan tak bosan mengingatkan salahku.

Saat itu, jika Tuhan memperkenalkanmu sebagai orang lain, bisa jadi kamu juga tidak akan mengenal aku yang sebagai aku. 

Kamu akan mengenalku, seperti banyak orang mengenalku. Dan kita, tidak akan pernah melampaui perjalanan yang sejauh ini.

Diluar sana aku bisa terlihat kuat. Namun didepanmu, aku bisa jadi tak berdaya apa-apa. 

Diluar sana, kamu bisa terlihat hebat, berwibawa dan penuh karisma. Tapi dalam tawa-tawa kita, dirimu adalah kuda-kuda yang kelelahan selepas bekerja.

Tuhan membuat kita mengenal dalam ratusan cerita dengan bahagia dan sedihnya. 

Cerita-cerita itu telah kita dengarkan bersama, melalui sepasang telinga yang berusaha sama-sama bersabar dan berlapang dada.



Penghujung tahun, diatas kereta

Comments

Popular Posts