Teruntuk singgah yang pernah menjadi rumah


Aku punya rumah, tapi aku kehilangan makna rumah. Aku kehilangan makna rumah, tapi aku menemukan singgah yang menjadi rumah. kamu..
_____________

Aku yang kecil, adalah aku yang selalu senang menunggu. Menunggu temu-temu yang terpisah oleh Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Aku selalu menunggu Sabtu atau Minggu, untuk mencari-cari temu yang bahagia itu.

Tapi, ternyata selama itu. Aku menunggu sampai aku tiba-tiba sudah terlalu sibuk mengisi Sabtu atau Mingguku bukan lagi dengan menunggu.

Aku mencari, sampai kutemukan rumah dimana-mana. Maknanya berserakan. Aku menemukan rumah dijalan, aku menemukan rumah dipelataran masjid, aku menemukan rumah didalam ruang-ruang diskusi, aku menemukan rumah di kedai kopi. Juga dimatamu, aku menemukan teduhnya rumah.

Dimatamu, aku menemukan pintu yang selalu menerimaku pulang. Dengan bersih atau kotor, dengan menangis atau bahagia, dengan marah atau tawa. Adalah rumah dalam dirimu, yang hangat, yang teduh, yang bahagianya tanpa jeda. Dalam rumahmu, aku mendengar tapi didengarkan.

Setiap malam, kuceritakan semua tentang siapa aku. Atau kita sama-sama mendengarkan petualangan menyusuri tepi-tepi dunia yang penuh kepura-puraan itu. Setiap malam juga, kita selalu sama-sama pulang pada kelelahan yang memeluk kita.

Teruntuk semua singgah yang pernah menjadi rumah, aku tau, sejauh apapun aku pergi, sesaknya kereta api akan tetap membawaku berhenti dan pulang. Pulanglah, pulanglah.. itu yang sering sama-sama kita ucap bukan?

Sekarang aku benar-benar akan pulang, bukan kerumahmu. Entah kemana nanti, tapi aku janji.
Aku akan pulang.

Terimakasih untuk semua singgah yang pernah menjadi rumah. Terimakasih untuk pendengar yang mendengarkan. Dan terimakasih untuk setiap hari yang selalu pagi hari. 

Percayalah, disetiap pulangku, aku sepertinya akan banyak merindukan rumahmu. Rumah kita yang dulu..



Bogor, hari baru Februari


Comments

  1. Rumah tetap akan menjadi rumah, sejauh apapun kita melangkah, selama apapun kita pergi. Rumah, akan selalu menerima untuk disinggahi kembali

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts