Peringatan 21 tahun : Party Syar'i Ala Milenials KAMMI

21 tahun sudah usia KAMMI. Dimana titik menuju kedewasaan adalah gerbang terdekat dihadapannya. Memang tidak ada definisi yang pas untuk menjabarkan 'kapan' kedewasaan itu dimulai, namun jika World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada 11-20 tahun adalah masa remaja, maka 21 tahun ialah masa dewasa awal. Yang mana orang dewasa harusnya lebih bijak dalam bersikap, lebih santun dalam bertutur, dan lebih cerdas dalam mengambil keputusan.

21 tahun KAMMI, dengan segala tagline nya mulai Dari Muslim Negarawan, Jayakan Indonesia 2045, Generasi Emas, atau sampai pada Sepenuhnya Indonesia menjadi jamuan yang acap kali mengundang 'tamu-tamu' ramai menunggu hidangan.

Momentum milad KAMMI harusnya bisa menjadi refleksi tentang bagaimana KAMMI hari ini dan hari esok. Walaupun sebenarnya saya pribadi telanjur lupa, bahwa KAMMI punya tanggal lahir. Mengapa? Hari ini, tidak ada suatu hal pun yang berhasil mengingatkan lagi pada saya bahwa KAMMI masih merdeka dengan gerakannya.

Tidak lagi ada KAMMI yang lantang menyuarakan keresahan-keresahan rakyat yang dulu mati-matian dibelanya itu. Aksi daerah hampir tidak pernah tidak sepi, karena memang tidak ada yang bisa diramaikan. Toa-Toa yang dulu nyaring seperti mengalami kelangkaan batrai. KAMMI sulit ditemui
Hari Kemarin, Saya kira akan jadi puncak Istigfar Massal atas apa yang hari ini sudah KAMMI amalkan. Bukan hanya sekedar mengingat romantisme heroiknya gerakan abang-abang terdahulu, namun juga 'bebenah' terhadap gerakan hari ini.

Tapi sayang, hari kemarin ternyata hanya sebuah ajang senang-senang yang meski banyak akhwat jilbab syar'i, ikhwan rapih dan wangi suguhannya amat tidak KAMMI, bagi saya yang hanya ber-title Anggota Biasa (AB) 1. Status sosial terendah di KAMMI.

Tapi saya salut dengan panitia-panitia yang amat kreatif, baru kali ini dalam sebuah forum besar 'Mahasiswa Muslim' ada pembawa acara yang saling berbalas pantun dengan naskah bicara yang sungguh romantis. tak lupa, ada sesi nyanyi bersama sambil lompat-lompat, ikhwan-akhwat. Seru sekali

Nampaknya sangat cocok dengan tema malam puncak yang digadang-gadang; melanjutkan transformasi gerakan. Padahal yang saya tau, sejak 1998 KAMMI hadir sebagai wadah perjuangan permanen yang berupaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang islami.

Harokatut tajnid wa harokatul amal..

Selamat Milad ke-21 KAMMI ku sayang~


Jakarta, 30 Maret 2019
Kaderisasi PK KAMMI Universitas Negeri Jakarta

Comments

Popular Posts